Bedah Buku “Ekonomi Jagung di Indonesia,” Prof. Dr. Ir. H. Mohammad Jafar Hafsah IPU., APEC, ASEAN ENG hadirkan diskusi kritis tentang peran komoditas jagunng dalam perekonomian nasional. Kegiatan berlangsung di Aula Fakultas Pertanian Unhas, Kamis (23/4).

Mengawali kegiatan, Dekan Fakultas Pertanian, Prof. Dr. Ir. Rismaneswati dalam sambutannya mengatakan bahwa buku Ekonomi Jagung Indonesia dapat menjadi bahan riset bagi mahasiswa khususnya Agribisnis dalam mengerjakan ujian akhir. Ia berharap mahasiswa dapat mengambil gagasan-gagasan cerdas dari berbagai aspek penelitian.

“Kita tidak ingin riset-riset kita hanya berakhir di laboratorium tetapi kita harapkan dapat dikembangkan hilirisasinya hingga dapat dimanfaatkan secara nyata oleh petani,” ungkapnya.

Mewakili Rektor, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Prof. dr. Muh. Nasrum Massi, Ph.D., Sp.MK(K) turut memberikan sambutan sekaligus membuka acara. Ia menjelaskan bahwa kontribusi Fakultas Pertanian sangat besar mengingat saat ini jagung masih menjadi salah satu fokus penelitan utama yang menjadi kebanggaan Unhas dan masih terus berjalan.

Harapannya agar Fakultas Pertanian dapat terus mengembangkan bibit-bibit unggul terutama produk jagung yang bukan hanya untuk konsumsi tetapi menjadi pakan ternak yang bergizi.

“Semoga bedah buku yang langsung dibawakan oleh penulisnya ini dapat memberikan insight baru bagi kita sehingga kita dapat menghasilkan output atau hilirisasi yang terus digaungkan oleh kementerian pertanian Indonesia,” jelasnya sebelum membuka kegiatan secara resmi.

Prof. Jafar Hafsah memaparkan bahwa latar belakang terciptanya buku tersebut didasarkan pada Indonesia sebagai negara agraris, jagung sebagai komoditas strategis, meningkatnya permintaan, serta berbagai peran multifungsi jagung.

“Jagung masih menjadi karbohidrat utama kedua setelah padi sehingga berperan signifikan dalam kontribusi pangan Indonesia. Selain itu hampir semua bagian jagung dapat dimanfaatkan mulai dari dikonsumsi, pakan, kompos, hingga bahan bakar,” ungkap Prof Jafar.

Kegiatan diakhiri dengan sesi diskusi serta tanya jawab dengan peserta berkesempatan untuk menyampaikan pertanyaan maupun pandangan terkait peran komoditas jagung dalam perekonomian nasional.